Semangat Keberagaman Budaya Indonesia Hadir di Bojonegoro Lewat Keelokan Baju Adat di Momen Upacara
Bojonegorokab.go.id - Keberagaman budaya Indonesia ditampilkan lewat keelokan baju adat dalam rangkaian upacara dan peringatan besar di Kabupaten Bojonegoro. Terbaru, saat upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026), sejumlah pemuda pemudi mengenakan pakaian adat sebagai wujud keberagaman serta refleksi semangat persatuan di daerah. Sebelumnya, para pejabat Bojonegoro juga mengenakan baju adat dalam momen upacara Hari Jadi Bojonegoro ke-349, Selasa (20/10/2026).
Pada momen Hari Sumpah Pemuda, pemandangan tujuh pasang pemuda mengenakan busana adat dari berbagai penjuru daerah menyita perhatian peserta upacara. Para pemuda itu mengenakan pakaian adat, mulai dari busana adat khas Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Papua, hingga Sulawesi. Para pemuda Bojonegoro ini menegaskan kembali komitmen kebangsaan saat mementaskan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Kabupaten Bojonegoro Eliza Zuraida menyampaikan, penampilan para pemuda dalam balutan pakaian adat Nusantara ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai historis Sumpah Pemuda.
"Penampilan pemuda dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah dalam upacara Hari Sumpah Pemuda bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat Sumpah Pemuda, semangat bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang mempersatukan kita sebagai satu bangsa, Indonesia," ujarnya.
Nilai persatuan ini semakin lengkap dengan keterlibatan aktif seluruh elemen pemuda Bojonegoro yang bertugas dalam upacara. Seperti komandan dan pengibar dari Paskibraka, pembaca ikrar dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, pembaca doa dari Ikatan Pelajar Nahdhlatul Ulama, pasukan Bhineka Tunggal Ika dari Paguyuban Kange Yune Bojonegoro, serta peserta dari Organisasi Kepemudaan.
"Kemarin kita juga ada penerjemah bahasa isyarat," tambahnya.

Semangat yang diusung para pemuda ini selaras dengan roh Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 yaitu perkumpulan pemuda dari berbagai daerah. Seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia.
Perkumpulan ini menyatu dalam ikrar bertumpah darah satu Tanah Air Indonesia, berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia.
Nuansa keragaman juga membalut Peringatan Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB) di Alun-Alun Bojonegoro yang lalu. Sementara para peserta upacara mengenakan busana batik khas Obor Sewu dan busana adat masyarakat Samin, jajaran Forkopimda serta kepala OPD tampil dalam balutan busana tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.
Melalui gelaran upacara dan acara daerah yang kaya akan simbol kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat toleransi, mempererat tali persaudaraan, dan menjadikan keberagaman sebagai modal utama membangun Bojonegoro. [cs/nn]