Beranda
Regulasi

PPID Pelaksana

Pilih Grup PPID Pelaksana

Para Inovator Bojonegoro Terima Penghargaan BIA 2026, Wabup Nurul Azizah Dorong Inovasi Berdampak pada Warga

Oleh: Layanan PPID Kategori: Informasi Berkala Dilihat: 18 kali
Gambar utama untuk artikel: Para Inovator Bojonegoro Terima Penghargaan BIA 2026, Wabup Nurul Azizah Dorong Inovasi Berdampak pada Warga
Gambar utama artikel Para Inovator Bojonegoro Terima Penghargaan BIA 2026, Wabup Nurul Azizah Dorong Inovasi Berdampak pada Warga

Bojonegorokab.go.id – Wajah sumringah terpancar dari para penerima penghargaan yang silih berganti maju ke depan untuk menerima hadiah dalam ajang Bojonegoro Inovatif Award (BIA) 2026. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyerahkan penghargaan kepada para inovator yang telah berkontribusi dalam menghadirkan gagasan dan solusi bagi pembangunan daerah.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Hall Hotel Griya Dharma Kusuma, Kamis (29/10/2026). BIA 2026 terbagi dalam enam kategori, yakni organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, pelajar/mahasiswa, bidang usaha, dan masyarakat umum.

Acara diawali dengan pertunjukan tari tradisi Gumregah Ing Karya oleh Sanggar Seni Tradisi Abdi Dalem dari Kecamatan Sugihwaras. Tarian tersebut menggambarkan semangat berkarya, kolaborasi, dan sinergi dalam membangun Kabupaten Bojonegoro.

whatsapp-image-2026-10-29-at-193803.jpeg

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir di temani oleh Ketua Dewan Pembina Inspira Risbo (Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro) Cantika Wahono. dalam sambutan Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Ia menegaskan bahwa penghargaan BIA tahun ini tidak semata-mata menitikberatkan pada kuantitas inovasi, tetapi lebih pada kualitas serta manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Penghargaan kali ini jangan menekankan kuantitas, tetapi kualitas. Maka, before-after-nya harus terlihat,” ungkapnya.

Menurutnya, inovasi harus mampu menunjukkan perubahan yang jelas, baik dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, maupun penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang terkandung dalam tarian Gumregah Ing Karya, yakni semangat untuk terus bergerak dan berkarya bersama. Kabupaten Bojonegoro terus mendorong inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penguatan sektor pertanian dan kesehatan.

Ia menjelaskan, Brida dibentuk untuk mengakomodasi pengembangan inovasi dan riset yang dapat mendukung pencapaian target pembangunan daerah. Di antaranya mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, serta meningkatkan konektivitas wilayah.

Karena itu, ia berpesan kepada seluruh penerima penghargaan agar tidak berhenti berkarya setelah mendapatkan apresiasi. Para inovator diharapkan terus mengembangkan gagasannya dan mengikuti kompetisi inovasi di tingkat provinsi maupun nasional.

“Inovasi ini jangan berhenti hanya karena pergantian pimpinan, karena inovasi adalah pemecahan masalah yang ada. Harapannya, dari para penerima penghargaan ini ada yang maju di tingkat nasional,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan Bojonegoro tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan dan peran untuk memberikan kontribusi melalui karya dan inovasi sesuai bidang masing-masing.

“Tantangan kita ke depan masih panjang, maka jawabannya adalah inovasi. Mari berikhtiar memberikan inovasi terbaik untuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ajaknya.

whatsapp-image-2026-10-29-at-193802-2.jpeg

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Bojonegoro, Dili Tri Wibowo, menyampaikan bahwa jumlah inovasi yang masuk dalam BIA 2026 meningkat dari 116 menjadi 219 inovasi. Peningkatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk terus memperkuat budaya inovasi di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti pada kesempatan memperoleh penghargaan. Inovasi yang dikembangkan OPD maupun pemerintah desa harus menjadi instrumen untuk mendukung keberhasilan pembangunan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dili juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan BIA menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat kesiapan Kabupaten Bojonegoro dalam berkompetisi pada ajang Innovative Government Award (IGA). Ia berharap inovasi yang dihasilkan para peserta dapat terus dikembangkan, direplikasi, dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian ialah konservasi sumber daya air, serta pengembangan riset tanaman yang memiliki nilai jual di pasar dengan masa tanam kurang dari tiga bulan,” tandasnya.

Melalui riset dan inovasi yang tepat sasaran, potensi daerah diharapkan dapat dioptimalkan untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Insyaallah Bojonegoro bisa menjadi simbol ekonomi yang sangat kuat. Inovasi harus terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan daerah,” pungkasnya. [ai/nn]

Asisten PPID

Online