Beranda
Regulasi

PPID Pelaksana

Pilih Grup PPID Pelaksana

Wabup Nurul Azizah: Bojonegoro Terus Kembangkan Fasilitas Kesehatan Modern dan Jaminan Kesehatan Gratis

Oleh: Layanan PPID Kategori: Informasi Berkala Dilihat: 2 kali
Gambar utama untuk artikel: Wabup Nurul Azizah: Bojonegoro Terus Kembangkan Fasilitas Kesehatan Modern dan Jaminan Kesehatan Gratis
Gambar utama artikel Wabup Nurul Azizah: Bojonegoro Terus Kembangkan Fasilitas Kesehatan Modern dan Jaminan Kesehatan Gratis

Bojonegorokab.go.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Nurul Azizah dalam Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bojonegoro, Selasa (3/11/2026) di ruang pertemuan kantor DWP.

Kegiatan ini merupakan pembukaan program DWP Sehat dalam rangka HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-27 yang ditandai dengan pelaksanaan Vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker leher rahim (serviks).

Wakil Bupati menyampaikan sektor kesehatan di Bojonegoro mengalami lompatan besar. Pemkab Bojonegoro berfokus pada pengembangan fasilitas kesehatan modern serta pemberian jaminan layanan gratis bagi masyarakat.

"RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo kini dilengkapi fasilitas layanan jantung terbaik nomor dua di Jawa Timur dan meraih penghargaan Penanganan Jantung Terbaik No. 3 Tingkat Nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, program kesehatan yang masif ini terbukti mendongkrak Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro secara signifikan, yakni dari 73 tahun pada 2023 menjadi 75 tahun 2 bulan.

Selain penanganan jantung, Pemkab Bojonegoro menghadirkan pengobatan stroke terjangkau melalui terapi pembuluh darah (Digital Subtraction Angiography/DSA) di RSUD Sosodoro dengan tarif Rp1,5 juta hingga Rp6 juta. Tarif ini lebih murah dibandingkan rumah sakit di luar daerah yang mencapai Rp50–70 juta.

Tak hanya itu, mulai Januari 2027, Pemkab memberlakukan program gratis cuci darah (hemodialisa) di RSUD milik Pemkab Bojonegoro. Yakni RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Temayang, RSUD Sumberrejo, RSUD Padangan, dan RSUD Kepohbaru. Progra ini melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO), sehingga 146 pasien cuci darah rutin di Bojonegoro tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

whatsapp-image-2026-11-03-at-201920.jpeg

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua TP PKK Bojonegoro, Cantika Wahono menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi antara DWP Kabupaten Bojonegoro, DWP Pusat, Bio Farma, serta para tenaga kesehatan dalam menghadirkan program yang berdampak nyata bagi perempuan.

"Kegiatan ini bukan sekadar pelayanan kesehatan biasa, melainkan bentuk kepedulian nyata, edukasi, sekaligus investasi jangka panjang bagi kesehatan perempuan. Perempuan memiliki peran sentral sebagai madrasatul ula (pendidik pertama anak), penguat benteng keluarga, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan," ungkapnya.

Cantika menekankan tiga poin utama dalam penguatan peran perempuan Bojonegoro yaitu membangun kesadaran pencegahan sejak dini dengan memanfaatkan skrining dan vaksinasi HPV sebagai langkah krusial mencegah kanker serviks. Kedua, menjadi agen edukasi dan saling menguatkan.

whatsapp-image-2026-11-03-at-201919-2.jpeg

“Kami mendorong lebih dari 200 peserta DWP yang hadir untuk menjadi juru bicara edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing agar tidak ada lagi perempuan yang ragu atau menunda pemeriksaan,” ujarnya.

Selain itu, Cantika Wahono juga ingin mewujudkan DWP sebagai wadah memberi manfaat nyata yaitu menjadikan organisasi peka terhadap kebutuhan masyarakat serta mengimbau perempuan untuk bijak dalam merawat kesehatan mental dan merawat diri (self-care),” pungkasnya.[fif/nn]

Asisten PPID

Online