Kader PKK Bojonegoro Didorong Aktif Beri Solusi Persoalan Sampah, Dimulai dari Keluarga
Bojonegorokab.go.id – Sampah menjadi persoalan hingga kini. Sebagai langkah mengelola sampah di tingkat keluarga, para kader penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bojonegoro, terutama di Kecamatan Ngasem mengikuti pelatihan pengolahan sampah. Kegiatan digelar saat kunjungan kerja TP PKK Bojonegoro di Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Selasa (13/10/2026).
Sekretaris II Pokja II TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Sri Qomariyah, dalam materinya saat memberikan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah mengatakan pentingnya memilah sampah. Yakni meliputi perbedaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu Qomariyah juga menjelaskan pengenalan jenis-jenis sampah yang dihasilkan dalam aktivitas sehari-hari.
Jenis sampah tersebut meliputi sampah residu yang tidak dapat didaur ulang atau digunakan kembali, sampah organik, sampah nonorganik, serta sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Menurut Sri Qomariyah, pemahaman terhadap karakteristik sampah menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang telah dipilah dapat ditentukan penanganannya sesuai jenis dan karakteristiknya, baik untuk diolah, digunakan kembali, didaur ulang, maupun dibuang sebagai residu.
“Pemilahan sampah dimulai dari rumah. Dengan mengetahui jenis sampah, masyarakat bisa menentukan mana yang dapat diolah, digunakan kembali, didaur ulang, maupun yang harus menjadi residu,” jelasnya.
Edukasi ini juga mendorong masyarakat untuk melihat sampah sebagai potensi yang dapat dikembangkan. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan maupun produk lain yang berpotensi menambah nilai ekonomi keluarga.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menekankan pentingnya pemilahan sampah sebagai salah satu upaya menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan bernilai guna.
Ia juga menjelaskan, sejumlah kegiatan TP PKK di Bojonegoro selaras dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKK dan program prioritas unggulan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pelaksanaannya diharapkan berbasis data agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendataan tersebut mencakup anak dengan kondisi stunting, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), kegiatan posyandu, serta berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Selain itu, diperlukan sinergi lintas sektor agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro Ginuk Karniati Nur Sujito menambahkan materi mengenai pengembangan program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Program ini mendorong keluarga untuk mulai beternak ayam dalam skala kecil sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Pengembangan program GAYATRI dapat dimulai dengan beternak beberapa ekor ayam saja. Fokusnya adalah pemenuhan gizi keluarga karena kita memiliki sumber protein hewani sendiri. Ayam yang dipelihara bisa ayam kampung biasa dan pakannya dapat memanfaatkan sisa makanan rumah tangga sehingga lebih ekonomis,” jelas Ginuk.
Rangkaian kunjungan kerja TP PKK Kabupaten Bojonegoro di Desa Setren juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada ibu hamil dengan kondisi KEK dan risiko tinggi (risti), balita dengan gizi kurang, lansia yang hidup sebatang kara, serta remaja.
Selain itu, rombongan melakukan kunjungan ke posyandu, pendidikan anak usia dini (PAUD), serta lansia penyandang disabilitas. Kegiatan juga mencakup peninjauan pengembangan program GAYATRI yang dijalankan masyarakat setempat. [ai/nn]