Tag Archives: SMS Center Bojonegoro

You are here:

Bojonegoro Sudah Telanjang Soal Keterbukaan Informasi Publik

demokrasi-bojonegoro

Bojonegoro sekarang ini tidak lagi transparan, melainkan telah nude (telanjang). Hal itu disampaikan Bupati Bojonegoro, Suyoto saat rapat rutin penyerapan anggaran dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setiap Jum’at pagi di rumah dinas. Selain SKPD, rapat itu juga dihadiri Staff Ahli, Asisten, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perwakilan media. Pada rapat itu, semua Kepala SKPD…

Selain melalui kegiatan dialogis tanpa prosedur protokoler, iklim demokrasi terutama untuk transparansi dan komunikasi dengan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih mempunyai saluran lain. Yang tentunya dibuka seluas-luasnya untuk publik di Bojonegoro Jawa Timur.

Salah satu saluran lainnya adalah interaksi melalui pesan pendek/SMS (short Messaging Service) yang sejak tahun 2008 juga telah dikumandangkan. Pertamakali adalah Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto, MSi atau Kang Yoto, yang secara terbuka memberikan kesempatan bagi publik Bojonegoro untuk berinteraksi dengan dirinya.

SMS Langsung ke Bupati Bojonegoro
“Ini nomor saya, catat, kalau ada apa-apa silahkan siapa saja boleh mengirim SMS ke saya, nomernya 0813406688,” kata Kang Yoto dalam setiap kesempatan sejak tahun 2008 lalu. Sejak saat itu, ribuan sms dari warga Bojonegoro mengalir deras ke ponsel Kang Yoto.

Dalam sebuah kesempatan, Kang Yoto pernah berkata bahwa isi SMS ke ponselnya itu sebagian besar adalah umpatan, cacian, kritikan. Namun demikian, Kang Yoto tetap menganggap hal itu sebagai masukan. Kang Yoto pernah mencontohkan saat dirinya menerima sms dari seorang warga yang mengaku bernama Gento, menurutnya orang-orang seperti Gento (yang mau berkomunikasi secara blak-blakan) dengan dirinya adalah contoh yang menunjukkan iklim demokrasi.

Tak hanya itu, hingga pada tahun 2008, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Informasi dan Komunikasi kala itu (serkarang berganti nama menjadi Dinas Komunikasi dan Infomatika) juga menyediakan SMS Center bagi masyarakat. SMS center tersebut kemudian menjadi salah satu andalan keterbukaan informasi dan komunikasi antara pemerintah dengan publik, kala itu.

Lalu pada penghujung tahun 2013, program SMS Center kembali digulirkan oleh Pemkab Bojonegoro,melalui nomor 3934, pada saat awal digulirkan, ratusan SMS dari warga Bojonegoro telah masuk dan diteruskan kepada SKPD terkait. Berbagai permasalah di masyarakat, langsung dapat dicarikan solusinya melalui saluran tersebut.

“Masak pasang paving dasarnya pakai pasir kali..tolong pak bupati di cek..desa bondol kec. Ngagmbon..,” demikian salah satu bunyi SMS dari warga yang memanfaatkan SMS Center 3934 tersebut. Dalam rekap SMS Center, hampir semua masukan masyarakat telah ditindaklanjuti oleh SKPD terkait.

Tak hanya itu, belakangan, setelah era Keterbukaan Informasi Publik (KIP), seluruh SKPD di Bojonegoro secara bertahap menampilkan nomor-nomor ponsel pejabatnya di website masing-masing. Hal itu membuat saluran SMS menjadi semakin lebar terbuka untuk masyarakat Bojonegoro.

Tekhnologi pada Ponsel
Kemajuan tekhnologi, akhirnya membuat ponsel menjadi alat komunikasi dan transparansi yang juga digunakan oleh Kang Yoto, akun twitter yang dibagikan, melalui Broadcast Balacberry Messenger pribadinya juga menjadi salah satu alat komunikasi dengan publik di Bojonegoro. Hal itu akhirnya juga dilakukan oleh sejumlah pejabat lain, ada yang melalui Broadcast BBM, ada yang melalui facebook, ada yang melalui twitter.

Pemkab Bojonegoro, baik secara institusi maupun pribadi pejabatnya masing-masing, sedikit banyak telah memberikan ruang seluas-luasnya untuk interaksi dengan publik. Melalui pemanfaatan tekhnologi di ponsel misalnya, di facebook, twitter, nomer ponsel untuk sms, hingga BBM, semuanya adalah sarana komunikasi yang jelas mempunyai nilai interaksi dengan publik. Masyarakat dengan bebas bisa menyampaikan aspirasinya, dapat dengan bebas memberi masukan, hingga kritik. (bersambung ? */mcb)

Source :?http://kanalbojonegoro.com/transparansi-dan-komunikasi-publik-di-bojonegoro-2/