BPBD Bojonegoro Pantau Ancaman Dam Longsor di Sugihwaras

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, memantau dam di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho, yang terancam longsor, karena tergerus air yang masuk melalui jalan paving.
“Kami menerjunkan Tim TRC untuk memantau dan mengevaluasi adanya laporan tentang ancaman dam longsor di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngraho,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, Rabu.
Sesuai laporan yang diterima, katanya, dam di desa setempat belum longsor, tetapi ada bocoran air yang masuk melalui jalan paving kemudian menembus dam dengan diameter 100 centimeter.
“Warga tahu ada air yang mengikis jalan paving pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ini warga kerja bakti mengamankan bocoran air yang menembus jalan paving, agar tidak semakin melebar,” jelas dia.
Menurut dia, kalau air yang mengikis jalan paving menembus pintu dam tidak dihentikan alirannya maka lama kelamaan akan mengikis jalan paving, yang mengakibatkan dam longsor.
“Ya, jelas kalau dam longsor akan menganggu pemanfaatan air ketika kemarau,” ucapnya menambahkan.
Yang jelas, menurut dia, BPBD akan membantu berbagai kebutuhan, seperti bronjong, karung, juga lainnya untuk mengatasi bocoran air yang masuk melalui jalan paving.
“Secepatnya akan kami tangani kalau memang kondisinya kritis,” ucapnya.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro, membuat bangunan dam atau bendungan yang dibangun sejak 2008 lalu di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, mengalami pengikisan.
“Akibatnya, air merembes keluar melalui pintu saluran air dan menggenangi jalan paving disekitarnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD, Andik Sudjarwo, Rabu (1/2).
Untuk mengantisipasi banjir bandang akibat pengikisan tersebut, lanjut Andik, perangkat desa beserta warga setempat melakukan kerja bakti dengan memberi patok bambu dan menutup dengan karung yang diisi dengan batu krapak.
Pihaknya menghimbau agar warga selalu waspada terhadap bencana alam yang sering terjadi pada saat musim penghujan seperti sekarang ini.
“Hujan yang turun di wilayah Bojonegoro setiap hari mencapai 300 mili liter per detik,” imbuhnya.
Daerah yang rawan dilanda banjir luapan air sungai Bengawan Solo sebanyak 146 desa dari 16 kecamatan. Yakni di antaranya Kecamatan Padangan, Malo, Kasiman, Kalitidu, Dander, Trucuk, Bojonegoro, Kapas, Balen, Kanor, Sumberejo, hingga Baureno.
“Sedangkan daerah yang rawan longsor yakni Kecamatan Temayang, Ngambon, Sugihwaras, Tambakrejo, Margomulyo, Bubulan, Purwosari, Malo, Kasiman dan Trucuk,” pungkasnya. (MCB)