Angin Kencang Rusak 103 Rumah di Tambakrejo

Angin kencang disertai hujan merusak sedikitnya 103 rumah di Desa/Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Senin (21/11) sore. Pemerintah Bojonegoro telah berikirim surat berisi kewaspadaan ke desa-desa yang ada di 28 kecamatan akan bencana pada musim hujan tahun ini.
Tidak ada jatuh korban dalam bencana angin kencang ini. Tetapi kejadian ini mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas umum di Desa Tambakrejo. Seperti rumah milik Mukti (54), yang rusak berat. Kemudian rumah Suparno (53), dimana teras rumahnya ambruk tertimpa pohon jati. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro tengah menghitung kerugian akibat kejadian ini.
Camat Tambakrejo, Ngasiaji, mengatakan, puting beliung menerjang rumah warga. Akibatnya, data terakhir sebanyak 103 rumah rusak yakni rata-rata genteng rumah tersingkap dan berjatuhan. Selain itu, sebanyak 50 pohon jati milik warga roboh dan beberapa tiang listrik roboh.
“Angin kencang bertiup saat turun hujan,” ujarnya.
Setelah kejadian ini, lanjut Ngasiaji, warga bergotong royong membersihkan pohon yang tumbang di tengah jalan. Warga juga bergotong royong memperbaiki rumah yang gentengnya tersingkap dan rusak.
Sementara itu, saat terjadi angin kencang, Kota Bojonegoro juga diguyur hujan deras disertai angin. Warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo, sempat khawatir, akan kencangnya tiupan angin.
”Beruntung angin bertiup kencang sebentar,” ujar Yudi, warga Ledok Kulon, Kota Bojonegoro.(*/mcb)